Kamis, 28 Januari 2010

PDCAku

PDCA (Plan , Do , Check , Action)
Adalah suatu proses pemecahan masalah empat langkah interaktif yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas.
 PLAN (Rencanakan)
Meletakkan sasaran dan proses yang dibutuhkan untuk memberikan hasil yang sesuai dengan spesifikasi.
Contoh :
Cara berpikir bidan dalam mencapai sasarannya. Yaitu menentukan siapa sasarannya (ibu hamil resiko tinggi misalnya), kapan akan dilakukan penanganan (ketika ibu hamil yang resiko tinggi tersebut memeriksakan kehamilannya ke bidan atau ke puskesmas), kenapa dilakukan penyuluhan (karena ibu hamil tersebut termasuk ibu hamil yang mempunyai resiko tinggi, dan atau agar angka kematian ibu berkurang/menurun), dimana akan dilakukan (di rumah bidan atau BPS), dan apa yang akan dilakukan (dengan cara memberikan penyuluhan, misalnya), serta bagaimana cara melakukannya (dengan cara ibu diberikan gambaran tentang bagaimana resiko ibu hamil yang resiko tinggi khususnya ibu hamil resiko tinggi karena terlalu dekat jarak kelahirannya, tanpa menakut-nakuti ibu demi menjaga emosionalnya selama hamil).
 DO (Kerjakan)
Implementasi proses.
Contoh :
Sasaran bidan tersebut adalah ibu hamil yang resiko tinggi karena jarak kelahirannya terlalu dekat. Implementasinya yaitu :
Ketika ibu hamil yang didiagnosa resiko tinggi tersebut memeriksakan kehamilannya ke tempat praktek bidan, maka langkah pertama bidan tersebut adalah klien tersebut di anamnesa untuk mengumpulkan data subyektif, lalu melakukan pemeriksaan sesuai protap yang telah ditentukan untuk mengumpulkan data obyektif klien tersebut, lalu melakukan suatu tindakan dengan cara memberikan suatu penyuluhan tentang penegrtian scor Puji Rochyati yang ada di buku KIAnya, memberikan gambaran seorang ibu yang memiliki resiko tinggi sesuai dengan scor Puji Rochyati tersebut dengan menjaga emosional ibu hamil tersebut.
 CHECK (Cek)
Memantau dan mengevaluasi proses dan hasil terhadap sasaran dan spesifikasi dan melaporkan hasilnya.
Contoh :
Setelah dilakukan penyuluhan , bidan mengevaluasi klien resiko tinggi tersebut dengan cara menanyakan kembali apa yang telah dijelaskan oleh bidan terseburt kepada klien. Dan meminta klien untuk mengulanginya lagi atau menanyakan kembali apa yang dijelaskannya tadi.
 ACTION (Tindak Lanjuti)
Menindaklanjuti hasil untuk membuat perbaikan yang diperlukan. Ini berarti juga meninjau seluruh langkah dan memodifikasi proses untuk memperbaikinya sebelum implementasi berikutnya.
Contoh :
Setelah klien tersebut melahirkan, bidan menyarankan kepada klien untuk memakai alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan berikutnya. Agar kehamilan tidak terjadi sebelum 2 tahun setelah kelahiran terakhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar